Posted by : TOKO ONLINE PARA MAMI MAMI
Minggu, 17 Desember 2017
Proses Daur Air
Dikutip dari Farizbaiquni.blogspot.com
Sebagian
besar permukaan bumi terdiri atas air. Oleh karena itu, bumi sering disebut
planet berair. Semua air hujan yang jatuh di permukaan bumi, hanya sepertiganya
yang mengalir ke sungai dan kembali ke laut. Sisanya yang dua pertiga, meresap
ke dalam tanah dan batu-batuan. Air yang meresap itu berada di dalam tanah
selama bertahun-tahun sebagai air tanah. Air tanah tersebut akan keluar dalam
bentuk mata air dan sumur.
Air
menguap karena adanya sinar matahari. Uap air selanjutnya berkumpul menjadi
satu membentuk awan. Ketika awan menjadi dingin, uap air mengembun dan berubah
menjadi titik-titik air. Titik-titik air itulah yang akhirnya jatuh menjadi
hujan.
Hujan
jatuh di daratan dan di lautan. Sebagian hujan yang jatuh di daratan kemudian
dimanfaatkan oleh makhluk hidup, sebagian lagi tertampung di danau dan sungai.
Air tersebut selanjutnya mengalir menuju ke laut. Saat terkena sinar matahari,
sebagian kecil air laut menguap. Lalu terjadi lagi rentetan peristiwa di atas.
Peristiwa peredaran air dengan berbagai perubahan wujud yang terjadi secara
berulang di alam tersebut dinamakan daur air atau siklus air.
Kegiatan
Manusia yang Dapat Mempengaruhi Daur Air
- Penebangan Hutan
Keberadaan hutan di permukaan bumi menyebabkan air
hujan tidak langsung mengalir ke sungai. Air akan terserap ke dalam tanah dan
tertahan oleh akar-akar tumbuhan di hutan. Akhirnya, air yang meresap itu
terkumpul di lapisan tanah kedap air. Air tersebut akan keluar dalam bentuk
mata air.
Hilangnya pepohonan di hutan menyebabkan hutan tidak
dapat menyimpan air. Ketika turun hujan, air hujan akan langsung mengalir ke
sungai sehingga dapat menyebabkan banjir. Mata air menjadi kering, serta timbul
lahan kritis di berbagai daerah. Hal seperti ini menyebabkan daur air
berlangsung tidak sempurna.
2. Pencemaran
Pencemaran yang sangat mempengaruhi daur air adalah
pencemaran yang terjadi di laut. Misalnya, pencemaran minyak menyebabkan laut
tertutup oleh minyak. Minyak menghambat proses penguapan. Akibatnya, jumlah uap
air yang membentuk awan akan makin berkurang sehingga hujan yang turun pun
makin sedikit. Pencemaran udara juga dapat mempengaruhi daur air karena
pencemaran udara menghalangi proses pembentukan uap air menjadi hujan.
Peristiwa
Alam serta Dampaknya bagi Makhluk Hidup dan Lingkungan
- Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran-getaran pada kulit bumi yang
disebabkan oleh kekuatan-kekuatan dari dalam bumi. Berdasarkan sebab
terjadinya, gempa bumi dapat dikelompokkan, sebagai berikut.
a. Gempa
vulkanik adalah gempa yang bersumber dari dalam magma yang dekat dengan
permukaan bumi atau dari letusan gunung berapi.
b. Gempa
tektonik adalah gempa yang bersumber dari pergeseran lapisan batuan di dalam
bumi.
c. Gempa
tumbukan adalah gempa yang disebabkan oleh jatuhnya meteor ke bumi.
d. Gempa
tanah runtuh adalah gempa yang disebabkan oleh tanah longsor
Gempa
bumi yang terjadi dapat menimbulkan beberapa kerusakan atau bencana lainnya.
Misalnya tanah longsor, rusaknya jaringan listrik, robohnya rumah-rumah,
terputusnya pipa air dan gas, banjir, serta terjadinya gelombang tsunami.
2. Gunung
Meletus
Gunung meletus lazim terjadi pada gunung berapi.
Sebelum gunung berapi meletus, selalu ditandai dengan beberapa gejala antara
lain, terjadi gempa halus, terdengar suara gemuruh dari dalam tanah, sumber air
banyak yang kering, hewan banyak yang pindah ke daerah yang lebih rendah, dan
tumbuhan di sekitar kawah layu.
Letusan gunung berapi yang terjadi dapat menimbulkan
beberapa dampak negatif bagi makhluk hidup beserta lingkungan sekitarnya.
Dampak negatif tersebut, antara lain, sebagai berikut. a. Rumah-rumah penduduk
serta bangunan-bangunan lain dapat hancur akibat aliran lahar. b. Tumbuhan,
hewan, dan manusia dapat binasa. c. Semburan gas panas yang muncul dapat
membinasakan makhluk hidup dan mencemari udara. d. Terjadi pencemaran air
karena adanya aliran lahar yang melalui sungai.
Dampak positif tersebut, antara lain: a. memperluas
daerah pertanian, b. menyuburkan tanah karena abu yang tersembur dari letusan
gunung berapi mengandung zat-zat makanan yang sangat dibutuhkan tumbuhan, dan
c. mendatangkan batu dan pasir.
3. Banjir
Banjir biasanya terjadi pada musim hujan. Hujan yang
turun terus-menerus pada suatu daerah dapat berubah menjadi banjir jika
terdapat hal-hal berikut.
1) Hutan
yang digunakan untuk menyerap air hujan telah gundul.
2) Saluran
air dan sungai banyak yang tersumbat oleh timbunan sampah.
3) Sungai
banyak yang mengalami pendangkalan.
Dampak Terjadinya Banjir Banjir banyak menimbulkan
kesengsaraan bagi makhluk hidup. Banjir menimbulkan kerugian harta benda serta
jiwa manusia. Rumah dan bangunan rusak, bahkan ada yang roboh. Barang-barang di
dalam rumah rusak karena terendam air. Banjir juga mendatangkan berbagai
penyakit, seperti penyakit kulit dan kolera. Sementara itu, hewan yang terseret
banjir dapat ikut hanyut bahkan mati. Pohon-pohon dan tumbuhan lainnya juga
dapat roboh dan terseret banjir.